Perbedaan Core i3 dan Core i5 : Mau beli yang Mana?

Perbedaan Core i3 dan Core i5

Perbedaan Core i3 dan Core i5 - Pemilihan komputer yang tepat gak semudah makan bakso di kaki lima, brosis! Salah satu keputusan paling krusial adalah jenis CPU (Central Processing Unit) yang akan kamu pilih.

Salah satu brand terkenal dalam produksi prosesor adalah Intel, dan mereka punya rangkaian Core i3 dan Core i5 yang paling sering digunakan.

Pahami dengan baik perbedaan antara kedua prosesor ini akan membantu kamu memilih komputer yang bisa mengeksekusi semua tugas yang kamu inginkan tanpa menguras dompet sampai kering.

Di artikel ini, kita bakal bahas komparasi antara Core i3 dan Core i5 dari Intel untuk membantu kamu membuat keputusan yang tepat saat membeli komputer atau sekadar meng-upgrade prosesor yang sudah ada.

Model-model Prosesor

Kedua jenis prosesor ini punya berbagai model yang mirip-mirip. Kalau kamu bingung melihat model-modelnya, bisa jadi pusing tujuh keliling, bro!

Setiap lini prosesor punya beragam spesifikasi dan benchmark yang penting buat memilih yang sesuai. Kamu cuma perlu tahu apa yang harus dicari.

1. INTEL CORE I3

Intel Core i3 adalah prosesor keren buat gamers casual dan sering muncul di banyak PC gaming dengan budget terbatas. Juga cocok buat tugas-tugas sederhana seperti browsing dan pengolahan kata.

Lini i3 punya lima model dengan masing-masing punya keunggulannya sendiri. Prosesor dengan daya rendah ditandai dengan (T), dan model yang bisa di-overclock ditandai dengan (K). Ada juga model non-modifikasi yang bisa kamu pertimbangkan.

Karena prosesor i3 ini dasar dan dirancang untuk gaming dengan budget terbatas, gak ada satupun modelnya yang bisa di-unlock untuk Turbo Boost (lebih lanjut nanti akan dijelaskan). Jadi, mereka gak akan secara otomatis naik kecepatannya saat beban kerja berat.

Lini prosesor Core i3 meliputi:

core i3

2. INTEL CORE I5

Seperti lini Core i3, Core i5 juga punya berbagai model dalam lini-up-nya. Ada model non-modifikasi, model daya rendah (T), dan model yang bisa di-overclock (K).

Salah satu perbedaan pertama yang kamu perhatikan antara kedua jenis prosesor ini adalah bahwa seri i5 memiliki prosesor Turbo Boost yang bisa di-unlock di lini-up-nya. Fitur ini memungkinkan efisiensi yang lebih baik karena prosesor bisa berjalan dengan kecepatan rendah saat gak digunakan.

Salah satu prosesor seperti i5-8400T. Prosesor ini punya TDP hanya 35W dan bisa turun hingga 1.7GHz untuk hemat energi sambil tetap bisa menjalankan sebagian besar game.

TDP adalah faktor penting buat dipertimbangkan karena semakin rendah, semakin sedikit daya yang dikonsumsi oleh prosesor dan semakin sedikit panas yang dihasilkan.

Lini prosesor Core i5 meliputi:

core i5

Selain Turbo Boost yang bisa di-unlock, perbedaan lain yang mencolok adalah tambahan dua core yang memberikan peningkatan besar pada performa serta kecepatan yang lebih baik.

Perbedaan core i3 dan core i5 Yang Harus diketahui

1. Perbedaan core i3 dan core i5 : Jumlah Core

Biasanya, kamu akan mendapatkan performa CPU yang lebih baik dari prosesor Core i5 daripada Core i3. Semua prosesor Core i3 adalah dual-core, sementara prosesor i5 hadir dalam varian dual-core dan quad-core.

Selain dari core dan thread, kamu juga perlu mempertimbangkan generasi prosesor. Generasi yang lebih baru lebih baik untuk gaming dan menawarkan performa yang lebih baik.

Walaupun CPU generasi baru akan lebih mahal, mereka juga akan memberikan lebih banyak layanan dan performa yang lebih baik sebelum menjadi usang.

Kalau performa adalah kekhawatiran utama, salah satu cara terbaik untuk mengatasi kebingungan antara Core adalah dengan hanya memilih generasi terbaru dalam kelas prosesor yang kamu inginkan dan pilih model dengan nomor tertinggi.

2. Perbedaan core i3 dan core i5 : Cache

Cache prosesor sangat penting untuk performa. Cache memungkinkan prosesor untuk dengan cepat mengakses file yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas yang sudah dibuka.

Semakin besar cache, semakin banyak file yang bisa disimpan oleh prosesor dalam memori jangka pendek dan semakin cepat tugas bisa diselesaikan.

Prosesor Core i5 memiliki cache yang lebih besar, sehingga memastikan prosesor bisa menyelesaikan tugas dengan lebih cepat. Hal ini membuat prosesor i5 sempurna untuk menjalankan berbagai tugas seperti pengeditan dan perhitungan spreadsheet, selain gaming.

Untuk PC yang digunakan untuk multitasking, cache akan menjadi pertimbangan penting. Saat ini, CPU Core i5 memiliki cache L3 sebesar 6MB, sedangkan prosesor i3 memiliki cache L3 sebesar 3-4MB.

3.Perbedaan core i3 dan core i5 : Turbo Boost

Turbo Boost juga merupakan fitur "overclocking" dari Intel, yang sudah dibangun ke dalam prosesor. Fitur ini memungkinkan prosesor berjalan lebih cepat daripada kecepatan dasarnya.

Kecepatan dasar adalah kecepatan yang dapat dicapai oleh prosesor dengan beban minimal. Turbo Boost aktif saat permintaan pemrosesan meningkat.

Sebagian besar prosesor Core i5 memiliki Turbo Boost. Contohnya adalah prosesor Core i5-4300U. Prosesor ini memiliki kecepatan dasar 1.9GHz.

Namun, saat beban berat, prosesor akan secara dinamis meningkatkan core-nya hingga 2.9GHz. Sayangnya, prosesor Core i3 tidak memiliki fitur Turbo Boost.

4. Perbedaan core i3 dan core i5 : Hyper-Threading

Hyper-Threading adalah teknologi unik yang memungkinkan prosesor menangani lebih banyak tugas dengan cepat dan mudah.

Hyper-Threading dari Intel menggunakan teknologi multi-threading yang membuat prosesor tampak memiliki lebih banyak core daripada yang sebenarnya ada pada aplikasi dan sistem operasi.

Teknologi ini digunakan untuk meningkatkan performa, memungkinkan kamu menjalankan berbagai tugas multi-threaded seperti menjalankan beberapa program secara bersamaan.

Operasi multimedia seperti rendering dan transcoding juga mendapatkan manfaat dari hyper-threading. CPU Core i5 dual-core dengan hyper-threading berfungsi seperti chipset empat core.

Kedua chipset Core i5 dan Core i3 mendukung hyper-threading, yang membuka peluang yang luas dan meningkatkan kapasitas serta performa prosesor kamu.

5. Perbedaan core i3 dan core i5 : Grafis Terintegrasi

Generasi Westmere dari prosesor Core memperkenalkan berbagai fitur dan manfaat baru. Salah satunya adalah grafis terintegrasi yang dibangun langsung ke dalam inti prosesor.

Sebelumnya, kartu grafis terintegrasi dibangun di dalam chipset motherboard daripada prosesor.

Secara keseluruhan, prosesor i5 dengan grafis terintegrasi umumnya akan memiliki performa lebih baik daripada Core i3.

Namun, ini gak selalu berlaku. Semuanya tergantung pada generasi prosesor dan rilisnya. Sebagai aturan umum, rilis terbaru dari generasi terbaru biasanya akan memiliki performa terbaik.

6. Perbedaan core i3 dan core i5 : Harga (Price)

Jelas, harga berdampak besar pada pilihan prosesor kamu. Tentu saja, prosesor i3 lebih murah daripada saudaranya, yaitu i5.

Namun, prosesor i5 memiliki kemampuan lebih banyak dan merupakan pilihan yang lebih baik untuk pembuatan media, gaming, dan multitasking. Jika kamu sering mengeluhkan PC yang lambat, prosesor i5 akan memberikan peningkatan performa yang luar biasa.

Prosesor Core i3, di sisi lain, fokus pada daya tahan baterai yang lebih lama dan umumnya digunakan dalam PC yang lebih tipis dan tanpa kipas.

Ini menunjukkan bahwa kedua pilihan, meskipun memiliki perbedaan harga, memiliki pasar dan target pengguna yang berbeda. Yang penting adalah apa yang paling cocok buat kamu.

Mana yang Lebih Baik, I3 atau I5?

Jawab: Dari segi teknis, chipset i5 lebih baik daripada prosesor i3. Tapi dari sudut pandang pengguna, pilihan yang kamu buat sepenuhnya tergantung pada aplikasi yang ingin kamu gunakan.

Jika kamu menjalankan beberapa aplikasi berat dan sering melakukan overclock, prosesor i3 mungkin kurang memadai, apalagi tidak memiliki fitur penting seperti Turbo Boost yang bisa di-unlock, dan beberapa model juga tidak kompatibel dengan overclock manual.

Prosesor Core i3 masih memiliki tempatnya di pasaran dan memiliki banyak keunggulan. Mereka hemat biaya dan sangat efisien dalam penggunaan energi.

Beberapa model bisa di-unlock untuk Turbo Boost, dan untuk gaming, kamu bisa mendapatkan lebih dari 60FPS pada 1080p untuk sebagian besar game.

Jika harga adalah hal yang penting, dan kamu hanya berpikir untuk gaming casual, prosesor i3 bisa menjadi solusi terbaik.

Pertanyaan Umum tentang Prosesor Core I3 vs. I5

1. Bisakah Kamu Upgrade dari I3 ke I5?

Jika kamu sudah memiliki PC dengan prosesor Core i3, kamu bisa meng-upgrade prosesor ke i5 untuk mendapatkan lebih banyak frame per detik dan meningkatkan efisiensi serta kemampuan sistem. Namun, ini bukan proses yang sederhana.

Kamu perlu mempertimbangkan jenis PC yang kamu miliki. Laptop biasanya dilengkapi dengan chip terintegrasi yang tidak bisa diganti.

Kamu juga perlu mempertimbangkan jenis soket dan kompatibilitas motherboard untuk menemukan prosesor yang tepat untuk di-upgrade.

2. Apakah Core I3 Cukup Bagus untuk Gaming?

Prosesor Core i3 bukan pilihan populer untuk game AAA, tetapi mereka masih bisa menjalankan sebagian besar judul game lainnya.

Jangan berharap prosesor ini akan menghasilkan frame-rate terbaik, tetapi dengan pengaturan game yang tepat dan perangkat keras yang sesuai, mereka akan memberikan performa yang layak.

Prosesor Core i3 cocok untuk gaming dengan anggaran terbatas, terutama pada build tingkat pemula. Ini adalah tempat yang bagus untuk memulai jika kamu baru mengenal gaming PC.

Kesimpulan

Dari analisis di atas, mudah dilihat bahwa tidak ada pemenang pasti antara kedua jenis prosesor ini. Meskipun Core i5 adalah seri yang lebih unggul, ada situasi di mana kamu akan lebih baik dengan varian Core i3.

Pertimbangkan dengan cermat apa yang ingin kamu gunakan PC-nya untuk membantu kamu memilih prosesor yang tepat untuk memberikan hasil yang luar biasa dalam aplikasi yang akan kamu jalankan.

Sekian artikel mengenai perbedaan core i3 dan core i5, semoga dengan penjelasan dapat diketahui saat anda perimbangkan untuk membeli laptop.

LihatTutupKomentar